Beli Rumah Untuk Pertama Kali

Beli rumah untuk kali pertamanya bisa jadi pekerjaan yang melawan. Tetapi, dengan mempunyai uang tunai yang cukup serta mengerti mengenai pasar serta prosesnya bisa mempermudah prosedurnya. Tetapi ada banyak hal sebagai alasan bila Anda akan beli rumah di perumahan di tangerang untuk kali pertamanya, baca tips-nya:

Keadaan Keuangan – Mengerti Ongkos Yang Butuh Dikeluarkan Untuk :
Uang sinyal jadi. Pengembang umumnya akan memastikan besar uang sinyal jadi. Tetapi bila Anda tidak beli dari Pengembang, contohnya dari pasar sekunder, penjual property bisa memastikan besar uang sinyal jadi. Pengembang akan memberi formulir pesanan unit yang di dalamnya tercantum agenda pembayaran uang sinyal jadi serta pelunasan uang muka. Agenda ini harus dicatat dengan jelas serta di setujui oleh faksi penjual serta konsumen. Agenda pembayaran ini penting saat Anda membiayai property dengan program angsuran/cicilan.

Uang Muka
Seperti yang sudah disinggung di atas, Anda butuh melunasi uang muka bila ingin beli property dari Pengembang.Untuk property yang dibeli dari pasar sekunder, bank umumnya akan memastikan besar uang muka yang butuh dibayarkan pada penjual langsung, besarnya sekitar di antara 20%-50%.
Sebaiknya anda waspada dalam mengelola waktu pembayaran uang muka ini. Yakinkan terlebih dulu jika akad credit Anda di setujui oleh faksi bank, sebelum Anda sudah terburu membayarkan uang muka pada penjual. Ini bisa dikerjakan dengan membuat Surat Kesepakatan Jual Beli (SPJB) dengan penjual di muka notaris yang menjelaskan jika Anda akan membayar uang muka sesudah akad credit di setujui oleh faksi bank.

Cicilan. Baiknya, besar cicilan tidak melewati sepertiga dari pendapatan Anda (suami/istri/kombinasi).
Ongkos notaris untuk mengikat credit dengan hukum
Mencari Tahu Harga Pasar Untuk Property Yang Anda Kehendaki
Temukan penilaian indikatif dari Bank lewat survey penilaian asset property untuk memastikan harga jual serta otoritas property yang disebut. Nilai asset property seharusnya sesuai harga pasar yang berlaku.
Otoritas dokumen yang dibutuhkan umumnya seperti Sertifikat Tanah (SHM/SHGB/Sarusun), Sertifikat IMB (izin Membangun Bangunan), SPPT PBB, Suart Kuasa Jual, Surat Warisan, dan sebagainya. Seterusnya, bank akan memberi ketetapan mengenai kelayakan property untuk proses akad credit, kalau semua dokumen yang dibutuhkan sudah diperlengkapi. Bila belum, karena itu mereka akan memberi tahu selanjutnya mengenai dokumen yang dibutuhkan.

Analisis Risiko Credit
Sebelum permintaan KPR di setujui, bank akan menganalisis credit untuk mengukur potensi cicilan/angsuran Anda. Umumnya, besar cicilan per bulan tidak bisa melewati dari sepertiga penghasilan suami, istri, atau kombinasi. Verifikasi akan dikerjakan lewat kontrol rekening koran sepanjang 3-6 bulan paling akhir, untuk lihat pengeluaran bulanan Anda. Interviu akan dikerjakan, ditambah lagi kroscek referensi yang anda beri serta begitupun dengan penelusuran ke Bank Indonesia.
Bank Indonesia akan mengecek (bila ada) kartu credit, credit kendaraan bermotor, KPR lain, credit lain, serta ongkos hidup bulanan, atau bila sudah pernah atau sedang dalam status Blacklist.
Seterusnya dalam tempo 14-60 hari kerja, bank akan memberi ketetapan atas permintaan KPR anda.

Akad Credit
Akad credit dikerjakan sesudah semua ketentuan di atas sudah tercukupi. Sesudah akad credit, cicilan telah mulai dapat dibayarkan. Sesudah semua cicilan dilunasi, yakinkan Anda memperoleh Surat Pelunasan Utang dari bank serta Sertifikat Asli Pemilikan Unit Property jadi sinyal bukti sah pemilikan atas rumah pertama Anda.

Randy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *