Sejarah Seragam Lulur

Hari ini kita terbiasa melihat tenaga medis memakai scrub di rumah sakit, kantor dan klinik. Kami tidak bisa membayangkan seorang ahli bedah memasuki ruangan steril tanpa scrub. Tetapi scrub sebenarnya telah menjadi bagian dari dunia medis selama kurang dari seratus tahun.

Sampai awal 1900-an, ahli bedah tidak mengenakan pakaian khusus. Dokter bedah mengenakan pakaian jalanan dan operasi dilakukan di ruang operasi. Terkadang seorang ahli bedah mengenakan celemek tukang daging sehingga darah tidak akan masuk ke pakaiannya. Ahli bedah bahkan tidak memakai sarung tangan. Mereka menggunakan tangan kosong Baju Seragam  untuk melakukan prosedur bedah dengan instrumen yang tidak steril. Tidak seperti pembedahan modern, ahli bedah yang baik dikenal dengan jumlah cairan tubuh pada pakaiannya.

Alat pelindung pertama dipakai untuk melindungi dokter bedah daripada pasien. Setelah wabah flu Spanyol yang serius pada tahun 1918, ahli bedah mulai mengenakan masker katun kasa saat mereka melakukan operasi. Dengan munculnya teori Lister tentang antiseptik, ahli bedah mengenakan sarung tangan karet untuk melindungi tangan mereka dari larutan pembersih yang digunakan pada peralatan dan fasilitas bedah.

Selama 1940-an, scrub modern lahir. Teknik-teknik aseptik canggih dikembangkan untuk menjaga keamanan dan keselamatan pasien. Infeksi luka diakui sehingga kebersihan menjadi prioritas. Gaun antiseptik dan tirai dibuat untuk penggunaan ruang operasi. Instrumen, pakaian dan perlengkapan disterilkan. Pakaian ruang operasi pertama berwarna putih untuk mewakili suasana bersih. Lampu terang di ruang operasi ditambah dengan pakaian putih membuat staf medis tegang.

Ketika ahli bedah dan staf mereka memutuskan bahwa warna putih terlalu cerah, seragam scrub berwarna asli dibuat. Warna pertama yang digunakan adalah hijau. Pada tahun 1960-an, sebagian besar rumah sakit menyingkirkan scrub putih untuk yang hijau untuk mengurangi ketegangan mata dan membuat noda darah terlihat seragam kerja tangerang kurang jelas. Saat ini banyak fasilitas medis masih menggunakan scrub hijau tradisional. Seringkali rumah sakit memakai nama mereka yang dibordir pada seragam scrub untuk mencegah petugas mengambilnya.

Pada 1970-an, lulur modern dikembangkan. Set scrub yang khas termasuk celana tarik dengan pinggang serut, kemeja V-neck lengan pendek atau gaun hijau ke betis. Topi bob atau tie-back dikenakan dengan topeng kasa, gaun bedah, sepatu tertutup dan sarung tangan lateks untuk operasi. Seragam scrub pada awalnya disebut sebagai bedah hijau. Mereka dikenal sebagai scrub karena dipakai di tempat-tempat yang digosok bersih.

firman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *